Skip to content

Jenis-jenis Babi Hutan dan Cara Pengendaliannya

14 Januari 2014

babi hutan

Klasifikasi babi hutan :
Klas              : Ordo Artiodactyla
Familia        : Suidae
Spesies        : Sus ccrofa

 

 

 

Jenis – jenis babi hutan :
1. Sus scrofa vittatus.
Ciri – cirinya adalah mempunyai garis putih di moncongnya, anak-anaknya berwarna coklat bergaris-garis terang

2. Sus barbatus atau babi janggut, tetapi jarang dijumpai
S. barbatus berwarna agak muda, kepalanya lebih panjang dan berambut panjang tegak di sekeliling kepalanya.

3. Sus verrucosus
Merupakan jenis babi hutan yang berukuran lebih besar dan mempunyai taring panjang di kepalanya dan badannya tidak berbelang.

Babi hutan jantan dewasa biasanya mencari makan sendiri (soliter), sedangkan yang betina hidup bersama dengan anak-anaknya dalam kelompok 4-50 ekor. Seekor babi hutan betina dapat beranak sampai 12 ekor dengan masa bunting 110 hari. Induk babi tersebut dapat beranak lagi setelah 7-8 bulan setelah masa beranak sebelumnya.

Cara Pengendalian Babi Hutan
Pengendalian babi hutan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1. Kandang Keliling
Yaitu dengan memagar areal kebun  dengan menggunakan kayu atau bambu setinggi 1-1,5 meter. Bahan dapat diperoleh dari sisa tanaman yang masih terdapat di areal dari sisa pembukaan lahan.

2. Kandang Individu
Bedanya dengan kandang keliling adalah pada kandang individu yang di kandang adalah setiap batang memiliki kandang masing-masing. Kandang dapat di buat dari kayu dan bambu.

3. Kandang Individu Seng
Cara ini adalah cara yang paling efektif karena selain mengendalikan hama babi cara ini juga sekaligus untuk mengendalikan serangan tikus dan landak. caranya adalah dengan memasang seng setinggi 30 cm di sekeliling batang yang baru di tanam.

4. Secara Manual
Pengendalian yang dilakukan secara manual adalah dengan cara memburu babi hutan tersebut seperti ditembak atau dipanah.

5. Secara Kimiawi
Secara kimia, pengendalian babi hutan yang di lakukan adalah dengan cara pengumpanan bahan kimia yang dapat di masukkan ke dalam makanan yang di sukai babi hutan seperti ubi dan pisang.

6. Secara Organik
Cara yang digunakan secara organik yaitu dengan menggunakan Teknik Pancang atau bisa juga menggunakan BRUGAL-Solusi Mengatasi Masalah Petani Dalam Hal Pertanaman dengan cara dioleskan ke tanamannya atau buahnya (jika ada) dan bisa juga dioleskan di ajirnya (kayu) jika tanaman tersebut masih kecil.

Demikian informasi tentang Jenis-jenis Babi Hutan dan Cara Pengendaliannya semoga membantu dan bermanfaat.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: